Selasa, 30 Oktober 2012

Proses terbentuknya alam semesta






MAKALAH
IAD IBD ISD
PROSES TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA MENURUT AL-QUR`AN DAN SAINS







OLEH:
LIMARJANI       : 11521032
M. FERI .W        : 11521047
YANTI                : 11521037
PANDY IRAWAN : 11521054

MODERATOR :
Rika Novalina     : 11521041
DOSEN PEMBIMBING :
Fauzan, S.Sos.I

JURUSAN DAKWAH
KOMUNIKASI PENYIAR ISLAM (KPI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) CURUP
2011/2012


KATA PENGANTAR

Assalammua’laikum wr.wb

Puji syukur kita sanjungkan  kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan kepada penyusun untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas yang telah diberikan kepada penyusun.
Tidak lupa pula penyusun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, penyusun mengucapkan terimakasih juga kepada dosen pembimbing mata kuliah IAD, IBD, ISD yang telah memberikan tugas ini kepada penyusun.
Dalam pembuatan makalah ini, kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.

Wasalam


Penyusun











DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………...………….……………………………………….…i
DAFTAR ISI .……………………….………………….………………………….…ii
PENDAHULUAN ………………….………………….…………………………….1
PEMBAHASAN ….…….…….……………………..……………………………….2
 a. Proses terbentuknya Alam semsta menurut al-qur`an…………………2
 b. Proses terbentuknya alam semesta menurut sains……………….…….3
 c. Hubungan alam semesta antara al-qur`an dan sains…..……………….6
PENUTUP ……………………..…………………………………………………….8
A.    Kesimpulan …………..………………………………………………......8
B.     Kritik dan saran………………………………………………………….8
DAFTAR PUSTAKA…………….…..………………………………………………9

















BAB I PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Proses terciptanya alam semesta beseta isinya telah banyak di jelaskan dalam berbagai ilmu sains terutama geologi. Hal-hal tentang proses terbentuknya alam semesta dan isinya juga di jelaskan dalam Al-qur`an.
   Belakangan ini berbagai pertanyaan mengenai proses terbentuknya alam semsta banyak naik kepermukaan dalam berbagai cabang ilmu terapan.
          Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut telah di jawab dan di rangkum oleh sains maupun Al-qur`an.


B.  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana proses terbentuknya alam semesta menurut al-qur`an
2.      Bagaimana proses terbentuknya alam semesta menurut sains
3.      Dimana hubungan kedua nya ?


C.  Tujuan dan Manfaat
Makalah ini di susun guna menjelaskan dan memaparkan proses terbentuknya alam semsta, beserta unsur-unsur Bumi yang di tinjau dari sudut pandang sains yaitu ilmu geologi dan di tinjau dari sudut pandang Al-qur`an. Dan sangat bermanfaat bagi kita semua mengetahui akan terbentuknya alam semesta dalam kebenaranAl-qur`an dan terbuktinya dengan para ilmuan sains.



                          

BAB II PEMBAHASAN
A.   Proses terbentuknya alam semesta menurut Al-qur`an.

Pada permulaan terjadinya bumi merupakan sebagian dari gumpalan gas dan matahari. Gumpalan gas yang besar tersebut selalu dalm keadaan berputar. Di kerenakan sesuatu hal, terlepaslah sebagian gumpalan itu, walaupun di campakan sangat jauh tetapi gumpalan itu tetap berputar terus-menerus mengelilingi gumpalan besar (matahari tersebut). Gumpalan-gumpalan yang terpisah dan masih tetap berputar tersebut setelah mengalami proses pendinginan menjadi padat. Itulah yang di sebut planet-planet yang jumlahnya 8. berturut-turut nama planet yang masuk susunan matahari : Mercurius, venus, bumi, mars yupiter, saturnus, uranus, neptunus[1].
Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur’an pada ayat berikut: “Dialah pencipta langit dan bumi.” (Al Qur’an, 6:101).
Keterangan yang diberikan Al Qur’an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap[2].
            Telah di jelaskan dalam Al-qur`an tentang kejadian asal-usul terjadinya alam semesta yang di sebut oleh para ilmuan yaitu teori Big Bang dan telah terbukti di dalam Q.S Al-Anbiya` ayat 30.



Dan apakah oarang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman. ? (Q.S Al-Anbiya` [21];30)
            Peristiwa Big Bang di atas di jelaskan oleh Al-qur`an dengan sangat indah dan bijaksana. Allah SWT hanya mengatakan “langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya”. Selanjutnya, Allah SWT menjelaskan bahwa segala sesuatu yang hidup itu di ciptakan dari air.
           
Dan di jelaskan juga dalam Al-qur`an dalam surat An-Nazi`at 30:32)


Bumi sesudah itu di hamparkan-Nya, ia memancarkan dari padanya mata airnya dan menumbuhkan tumbuhan-tumbuhannya. Dan, gunung-gunung di pancangkannya dengan teguh.[3]
            Dan di jelaskan juga dalm Al-qur`an tentang kehidupan Q.S Fushshilat ;11.


Kemudian dia menuju kepada penciptaan dan langit itu masih merupakan asap, lalu ia berkata kepadanya dan berkata pada bumi :”datanglah kamu keduanya menurut perintah-Kudengan suka hati atau terpaksa. “keduanya menjawab :”kami datang dengan suka hati”.
Ilmu pengetahuaan modern telah menetapkan bahwa alam ini pada mulanya adalah satu padu dalam bentuk gas yang sama. Kemudian terpecah menjadi beberapa nebula nebula atau sadim. Sadim berarti debu atau kabut kosmik atau galaxi galaxi yang langit dan bumi terjadi di dalamnya. Kita telah mengetahui matahari tercipta dari hasil ledakan tersebut yang terjadi dari tekanan yang sangat panas sekali dan sempurnalah pemisahan yang disebutkan dalam ayat tadi setelah keduanya bersatu padu. Adalam ayat ini terdapat indikasi bahwa ketika dialam  terjadi ledakan, materi materi alma berpencar ke sekeliling matahari di ruang angkasa.mperistiwa ini selesai dengan terbentuknya benda benda ruang angkasa yang beraneka ragam.[4]
B.       PROSES TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA MENURUT SAINS
Proses kelahiran alam semesta ternyata telah di mulai sejak sekitar 18 milyar tahun yang lalu, yaitu sebelum terjadinya ledakan kosmis sangat dahsat dari sebuah titik singularitas. Ledakkan itu di kanal dengan peristiwa big bang yang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu[5]. Prof. Jean Claude Batelere dari colege de France manyajikan tiga acuan untuk mendeteksi terjadinya ledakan kosmis tersebut, yaitu elemen kimia ( chemical element) tertua, claster bintang (globular cluster) tertua, dan bintang kurcaci putih (white dwarf star) tertua di jagat raya. Dari imformasi tersebut kita dapat menganologikan proses dari sebuah titik sampai menjadi suatu ledakan dahsat kosmis ternyata membutuhkan waktu kurang lebih 4,3 milyar tahun, masa ini hampir sama dengan umur planet Bumi, yaitu sekitar 4,56 milyar tahun[6].
            Peristiwa big bang yang telah di kemukakan oleh Georges Lemaitre, George Gamow pada tahun 1930an, dan Stephen Hawking pada tahun 1980-an tersebut telah menjelskan kejadian awal alam semesta. Teori tersebut menjelaskan bahwa alam semesta awalnya tersusun sebuah titik yang sangat rapat, padat dan panas, yang di sebut titik singularitas, yaitu sebuah titik yang tidak terdefinisikan. Dari titik inilah suatu ledakan kosmis maha dahsat yang di sebut sebagai big bang terjadi dan membentuk atom-atom Hirogen(H) Helium(HE), Protoun, Electron, dan Neutron dalm hitungan menit.
            Menurut teori Nebular yang di kembangkan oleh Kant dan Laplace pada tahun 1796. menurut teori ini , mula-mula ada kabut gas dan debu atau nebule. Kabut gas ini sebagian besar terdiri dari hidrogen dan sedikit Helium.
Menurut pendapat para ahli pikir atau Astronomi tentang alam semesta, yaitu :
1.      Anaximander (610-546)
Alam semesta berbentuk bola dan bumi sebagia pusatnya, langit dan isinya beredar mengelilingi bumi. Pendapat ini bertahan hingga dua abab. Ia juga mengajarkan membuat jam mataharai atau petunjjuk waktu, yaitu ddengan sebuah tongkat yang tegak di atas bumi yang horizontal, maka bayangan tongkat menjadi petunjuk waktu. Dan juga untuk menentukan titik balik matahari.
2.      Anaximenes (560-520 SM)
Berpendapat bahwa unsur-unsur dasar pembentuk semua dasar itu adalah air. Namun air merupakan salah satu bentuk saja. Ia dapat merenggang menjadi menjadi apai(gas) atau memadat menjadi tanah (padat).
3.      Pytagoras ( 500 SM)
Berpendapat, bahwa sebenarnya unsur dasar ada empat, bukan satu yang dapat merubah kedalam tiga bentuk unsur lainnya, ke mepat unsur dasar itu adalah, tanah, api, udara dan air.  
4.      Empedokles ( 480-430)
Menyempurnakan ajaran pytagoras tentang empat unsur dengan memperkenalkan akan adanya tenaga penyekat atau tarik menarik dan tenaga pemisah atau tolak menolak.
5.      Plato (427-347 SM)
Berpendapat bahwa keanekaragaman yang tampak di alam ini sebenernya suatu duplikat saja dari suatu yang kekal dan inmaterrial.
6.      Aristoteles (348-322 SM)
Berpendapat tentang unsur itu ia menyebutkan adanya zat tunggal “HULE”. Zat tunggal tergantung kondisinya dapat berbentuk tanah, air dan api. Adanya transmutasi ini di sebabkan oleh keadaan dingin, lembab, panas, dan kering. Aristoteles percaya bahwa bumi itu bulat dan menjadi pusat dari alam semesta yang beredar yang mengelilinginya.
            Selanjutnya alam semesta menurut sains modern :
 Teori-teori dan pendapat-pendapat itu secara umu ada dua bagian :
  1. Pra-abad ke-20 cenderung bahwa alam semesta itu tidak di ciptakan, tapi sudah ada sejak dahulu-dahulunya (Qadim), dan lama.
  2. Para kosmolog abad ke-20 bahwa alam semesta ini di ciptakan. Perubahan konsep tentang penciptaan alam secara radikal ini berawal dari observasi yang di lakukan oleh Hubble tahun 1929 M. Dengan menggunakan teropong bintang raksasanya, ia melihat bahwa galaksi bimasakti berada dalam keadan menjauhi kita dengan kelajuhan sebanding dengan jauhnya dari bumi. Alam semesta seluruhnya mengalami peluasan.
Boleh jadi ilmuan seperti Newton dapat menghitung dan menyusun sebuah teori tentang gaya grafitasi. Tetapi dia dan para ilmuan di dunia hingga hari ini belum mengerti bagaimana gaya grafitasi itu muncul dengan sendirinya sebelum peristiwa Big Bang terjadi[7].
      Setiap gugusan bintang, planet, asteroit, komet, dan lain sebagainya, di jagat raya ini secara otomatis memiliki gaya dalam tubuhnya ssemuanya terikat satu sama lain di alam semesta dalam suatu jaringan ikatan yang di sebut jaring-jaring gaya grafitasi. Itu lah makna kalimat Allah SWT. Dalam ayat di bawah ini bahwa Allah menahan langit dan bumi supaya tidak lenyap. Sungguh luar biasa informasi yang telah diberikan ayat tersebut, dipahami bahwa gravitasi ternyata telah dijelaskan sejak 1400 tahun yang lalu sebelum Newton mengungkapkan teorinya pada abad ke 16.
Marilah kita renungkan kata-kata Newton di bawah ini
“Sistem matahari,planet planet, dan komet yang sangat indah itu hanya dapat  serba berlangsung dengan tuntunan dan kendali zat cerdas dan berkuasa bukan serba.
Zat ini mengatur segalanya, bukan sebagai sukma dunia, namun sebagai tuhan bagi semuanya, dan demi kekuasaannya. Dia biasa disebut Tuhan, penguasa semesta alam.”Isacc Newton (1642-1727), Bapak Fisika Modern Penemu Teori Gaya Gravitasi.
Seperti telah disinggung diatas, Gravitasi telah berbentuk dan muncul dengan sendirinya sejak sebelum pristiwa Big Bang pada sekitar 13,7 Milyar tahun lalu.
Gravitasi merupakan sebuah jaring jaring yang menghubungkan milyaran galaxi, triliunan bintang dan triliunan planet planetnya.
Gravitasi bukan hanya milik planet bumi. Dalam hal ini, Sains modern belum dapat menjelaskan bagaimana gravitasi ini muncul di alam semesta sejak milyaran tahun lalu.
Bila kita bersedia mempelajari keseimbangan keseimbangan misterius yang ada di bumi, kita dapat menyusun daftar panjang yang berisi faktor penentu kehidupan.[8]
C.     HUBUNGAN ALAM SEMESTA MENURUT AL-QUR`AN DAN SAINS

            Sejak saat masa keemasan alam semesta terjadi. Bintang-biodern, Penemu Teori Gayantang, proto-proto galaksi, galaksi-galaksi, dan Quasar mulai terbentuk. Semua terkendali dalam jaring-jaring grafitasi yang sudah terbentuk sejak awal, sebelum ledakan cosmis tersebut. Selanjutnya, alam semesta mengembang dan berangsur dingin.
            Yang di jelaskan dalam Q.S Al-Anbiya ; 30..


Artinya : dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan keduanya. Dan dari air kami jadiakn sesuatu yang hidup maka mengapakah mereka tida juga beriman?.

            Peristiwa big bang di atas di jelaskan oleh Al-qur`an dengan sangat indah dan bijaksana. Allah SWT hanya mengatakan bahwa “langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu,kemudian kami pisahkan antara keduanya”. Selanjutnya Allah SWT menjelaskan segala sesuatu yang hidup itu di ciptakan dari air.
            Ternyata Al-qur`an menyajikan imformasi yang sangat akurat bahwa pada awalnya langit dan bumi memang berpadu dalam satu titik singularitas sebagai asal segala yang ada di jagat raya.
Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat “fatq“. Keduanya lalu terpisah (“fataqa“) satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk “langit dan bumi” yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan “ratq” ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk “fataqa” (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.
            Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.
            Antara pendapat menurut ahli pikir atau astronomi, salah satunya Anaxismander (610-546 SM), mengatakan bahwa unsur-unsur dasar pembentuk semua dasar itu adalah air. Namun air merupakan salah satu bentuk saja. Ia dapat merenggang menjadi menjadi apai(gas) atau memadat menjadi tanah (padat).
            Dari penjelasan para ahli tersebut juga di jelaskan dalm Al-qur`an :


Artinya : Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap.
            Jadi pendapat Anaximander  tentang proses alam semesta sama dengan penjelasan dalam Al-qur`an. Yaitu tentang gas dan asap yang di jelaskan oleh Aximander sama dengan yang di jelaskan dalam Al-qur`an bahwa langit dan bumi itu merupakan asap dahulunya.
            Beberapa ahli astronomi percaya bahwa perluasan atau pengembangan alam semesta akan terus berlanjut, sedangkan beberapa ahli lainya menyakini bahwa suatu saat alam semeesta akan mengerut.
            Di dalam ayat berikut Allah SWT telah memaparkan sangat jelas bahwa alam semesta memang meluas atau mengembang.



Artinya : Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan(kami) dan sesungguh nya kami benar-benar meluaskan(mengembangkan)Nya. (Q.S Al-Dzariyat : 47)
Kata musi`un dalam bahasa Arab sangatlah tepat di terjemahkan sebagai”meluaskan” atau “mengembangkan” yang sesuai dengan penjelasan sains masa kini bahwa alam semesta memang meluas atau mengembang.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
        Pada pembahasan tentang alam semesta antara Al-qur`an dan sains dapat kita simpulkan bahwa Ternyata Al-qur`an menyajikan informasi yang sangat akurat bahwa pada awalnya langit dan bumi memang berpadu dalam titik singularitas sebagai asal segala yang ada di jagat raya. Dan dari pernyataan tersebut di bukti kan oleh para ilmuan bahwa asal-usul dari terjadinya alam semesta di karenakan adanya ledakan Big Bang.
            Dan kita simpulkan bahwa setiap pernyataan yang ada di dalam Al-qur`an telah terbukti oleh para ilmuan modern sekarang ini.


B. Kritik dan Saran
    Dari makalah ini penyusun menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan di dalam pembuatannya. Untuk itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak, agar dalam pembuatan makalah yang akan datang akan lebih baik dan tidak akan terjadi kesalahan lagi. Semoga dengan adanya makalah ini, kita dapat mengetahui tentang tentang Proses terbentuknya alam semesta menurut Al-qur`an dan sains.






DAFTAR PUSTAKA
Haryo Sudarmojo, agus, Ir; 2008, Menyimak Rahasia Sains Bumi dalam Al-qur`an.PT. Mizan Pustaka, Bandung.

Wardiyatmoko, K, Drs, MM ; 2006, Geografi X, Erlangga, Jakarta.
Ihsan Nul Hakim, Guntur putra Jaya dan Fauzan; 2008, IAD,ISD, IBD, STAIN CURUP.
 Yahya, Harun: tentang Al-Quran dan Astronomi, sumber: harunyahya.com
Jasin maskoeri, Drs ; 2008, Ilmu Alamiah Dasar, PT. Raja grafindo, Jakarta.
Kamil Abdushsmad, DKK; 2003, Mukjizat ilmiah dalam Al-qur`an. Akbar media Sarana, Jakarta.



[1]. Uraian dari K. Wardiyatmoko, Geografi , perkembangan jagat raya dan pembentukan muka bumi. Erlangga, Jakarta, 2006. hal 47.
[2]. Harun Yahya,  Al-Quran dan Astronomi, sumber: harunyahya.com. posted 20 Oktober 2011.
[3] . M. Kamil Abdushshamad, Mukjizat ilmiah dalam al-qur`an. Akbar Media Eka Sarana, Jakarta, h 71.
[4].: Ibid, hal. 70-71.


[5] . ledakan dahsyat kosmos big bang berasal dari sebuah titik yang sangat rapat dan maha panas yang disebut titik singularitas.
[6].  Ir. Agus Haryo Sudarmajo, Menyibak Rahasia SAINS BUMI dalam Al-qur`an, (bumi berpadu dengan langit), PT. Mizan Pustaka, Bandung, 2008. hlm.8-9.
[7]Ir. Agus Haryo Sudarmojo, Menyimak Rahasia Sains Bumi dalm Al-qur`an. PT. Mizan Pustaka, Bandung, 2008, cet ke-1. hlm. 29-30.
[8] . Ir. Agus Haryo Sudarmojo, Menyimak Rahasia Sains Bumi dalm Al-qur`an. PT. Mizan Pustaka, Bandung, 2008, cet ke-1, h 29-30.

1 komentar:

Ridwan Ardiansyah mengatakan...

trimakasih atas penjelasan nya